Parade Penulis dan Pendongeng Cilik bersama Dito dan Dena merupakan rangkaian acara yang diadakan Guru Bumi secara eksklusif. Rangkaian acara ini terdiri dari workshop menulis cerita yang diselenggarakan pada 18 September 2021 serta webinar asyik menulis dan seru mendongeng pada 25 September 2021. Workshop menulis cerita bersama Dito dan Dena dibawakan oleh Nouf Zahrah Anastasia atau biasa disapa dengan Ibu Tasya. Ibu Tasya merupakan penulis seri buku Dito dan Dena serta seorang guru. Kelas menulis diikuti oleh 11 anak dari berbagai daerah seperti Bekasi, Depok, Bogor, Cibubur, Bandung, hingga Yogyakarta.
Kak Filla sebagai pemandu acara memulai kelas dengan bermain tebak gambar makanan dengan petunjuk ciri khasnya. “Yuk coba tebak makanan yang terbuat dari daging, dibakar, serta ditusuk, apa ya?” tanya Kak filla. “Sate kak” ujar anak-anak dengan semangat. Workshop ini dilengkapi dengan learning kit yang terdiri dari lembar origami dan panduan melipat origami, buku aktivitas, sticker, peta cerita, serta lembar cerita yang dapat digunakan anak untuk mempraktikkan menulis sebuah cerita. Kelas menulis ini juga mendorong anak-anak untuk berpartisipasi dalam lomba dengan mengirimkan hasil tulisan ceritanya. Pemenang lomba akan mendapatkan hadiah serta pemenang akan ditampilkan di instagram guru bumi.
Dorong si Kecil Mengungkapkan Idenya
Ibu tasya memulai kelas dengan mengenalkan tokoh utama dalam cerita yaitu Dito dan Dena serta tema cerita mengenai makanan. “Bakso!”, ucap Aurel salah satu peserta kelas menulis ketika mengungkapkan ide tema cerita. Antusiasme anak-anak dalam memilih tema cerita, membuat Ibu Tasya menggunakan cara suara terbanyak. Es jeruk dan donat merupakan tema yang digunakan karena paling banyak dipilih oleh anak-anak.
Workshop menulis cerita menggunakan learning kit peta cerita untuk membuat ide serta alur cerita. “Gapapa semua ide itu baik. Tips menulis yaitu tidak usah takut salah. Dicoba, ditulis, nanti bisa diulang lagi”, ungkap Ibu Tasya ketika menanyakan ide cerita kepada anak-anak. Selain tokoh utama, Ibu Tasya memperkenalkan tokoh pendukung cerita. “Anak laki-laki bisa dikasih nama Dido”, ujar Janit memberikan ide tokoh pendukung cerita. Latar cerita berupa latar tempat serta waktu juga merupakan komponen penting lainnya dalam membuat cerita.
“Dena dan Dito ingin piknik bersama teman-temannya”, ucap Una mencoba menyampaikan ide pada awal cerita. Pada saat penulisan cerita pada bagian tengah, anak-anak memberikan beragam ide permasalahan dalam cerita beserta emosi dalam cerita tersebut. Anak-anak belajar menganalisis emosi pada tokoh terhadap jalan cerita yang dibuat. Setelah ide cerita pada peta cerita sudah dirangkai oleh anak-anak, Ibu Tasya membimbing dalam membuat kerangka cerita yang lengkap serta runtut dari awal hingga akhir cerita. Hal ini melatih anak untuk berpikir secara sistematis. “Setelah membuat kerangka cerita, jangan lupa beri judul. Sebuah judul cerita sebaiknya tidak terlalu panjang, sesuai dengan isi cerita, serta dapat membuat pembaca penasaran” tutup Ibu Tasya di kelas menulis cerita.
Guru Bumi Indonesia merupakan kreator media edukasi anak usia dini dengan rentang umur 4-9 tahun yang inklusif dengan tema literasi, kelokalan serta lingkungan Indonesia. Selain media edukasi, kami juga menyuguhkan program edukasi kepada anak, orangtua, guru, serta sekolah. Cita-cita kami adalah untuk menjadi teman belajar seru dan bermakna bagi anak-anak di seluruh wilayah di Indonesia.
Guru Bumi percaya bahwa semua anak berhak mendapatkan pendidikan dan media edukasi yang berkualitas. Ikuti terus inovasi produk serta program kami melalui instagram @guru.bumi atau kunjungi situs https://gurubumi.com/.
Guru Bumi, teman belajar seru dan bermakna!
Riska Krisnovita | Assistent Program Intern Guru Bumi
